Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

German News, Tradisi Lebaran Di Mata Warga German

german muslim


Hari kemenangan

hari ini, hari idul fitri warga muslim di dunia merayakan hari kemenangan dengan segenap suka cita bersama keluarga, komunitas, serta koleganya masing masing.Banyak tradisi tradisi yang berkembang di dalam masyarakat, yang tentunya di pengaruhi kebudayaan lokal yang biasa di lakukan oleh masyarakat di daerah tertentu yang sangat kental mempengaruhi tata cara dalam merayakan hari kemenangan idul fitri ini.

negara mayoritas muslim

indonesia, sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di dunia ini, suasana lebaran idul fitri akan sangat kental terasa, kita tidak akan sulit menjumpai hal hal apa saja yang terkait dengan perayaan lebaran idul fitri ini, sangat mudah kita rasakan semangat lebaran di negara mayoritas muslim ini.
lalu bagaimana kondisi atau keadaan lebaran yang komunitas muslimnya tidak begitu besar...?

ramadhan german

Setelah bulan puasa Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia, khususnya digerman merayakan Idul Fitri, yang di sana(german) lebih di kenal dengan sebutan Sugar Festival. Tahun ini dimulai pada tanggal 2 Mei 2022.
Seperti Ramadhan, salah satu bulan di tahun hijriyah, awal festival juga tergantung pada kalender lunar. Oleh karena itu, tahun Islam hanya memiliki 354 hari, bukan 365 hari seperti dalam kalender Gregorian. Inilah sebabnya mengapa Ramadhan dan Idul Fitri maju 11 hari setiap tahun. Secara tradisional, festival dimulai setelah penampakan bulan sabit di bulan baru.

Persiapan liburan

Untuk Festival Gula yang biasa warga german menyebutnya, warga muslim di german membuat kue atau membelinya dari toko kue atau toko roti. Sudah menjadi tradisi bagi banyak orang untuk membeli sepatu dan pakaian baru untuk "festival gula" ini. Rumah juga dibersihkan, dirapikan dan didekorasi untuk festival yang akan datang. Seperti halnya saat Natal, sudah menjadi kebiasaan di kalangan umat Islam di german, untuk berkendara ke keluarga dan merayakannya bersama.
tradisi itu kalau di indonesia di kenal dengan istilah "mudik".

sudah menjadi kebiasaan untuk warga non muslim di german, bila ada teman atau kerabatnya ada yang Muslim dan ingin mengejutkan mereka, biasanya mereka(teman non muslim) memberi kejutan kepada teman muslim mereka masing masing, berupa sesuatu yang bisa teman muslim mereka gembira. suasana akan menjadi sangat penuh dengan kebahagiaan, berbaur di moment indah perayaan "festival gula" atau perayaan idul fitri.

Istilah doa merah

warga non muslim berkomentar tentang perayaan idul fitri di hari pertama, mereka berkomentar,,,,
"di pagi hari pertama festival, 1 Syawal, orang-orang beriman mencuci seluruh tubuh mereka, berpakaian rapi dan pergi ke masjid bersama-sama. Doa festival berlangsung sekitar satu jam setelah matahari terbit. Tentu saja ada banyak orang di festival yang begitu penting, karena pada hari festival ini setiap orang harus berpartisipasi dalam doa jika memungkinkan. Agar bisa berlaku adil terhadap banyak orang yang shalat, shalat tahajud sering diadakan di masjid dan di halaman depan masjid. Orang biasanya membawa perlengkapan sholat sendiri, apalagidi masa covid19.

Tradisi untuk perayaan

Setelah salat dan khotbah, umat muslim yang biasanya berkumpul di satu lokasi tertentu  di german, saling mengucapkan selamat di depan masjid dan saling mengucapkan 'Idul Fitri', yang berarti 'Festival yang Diberkahi'. Setelah itu, pulang untuk sarapan yang lezat, sarapan pertama setelah melewati bulan ramadhan. Sebagian besar ada makanan penutup yang lezat. Anak-anak diberikan permen dan sejumlah uang. Hal ini pula yang menjadi alasan penamaan 'Festival Gula'.

sama seperti umat muslim di dunia

sebelum akhir Ramadhan, selambat-lambatnya pada pagi hari sebelum salat Idul Fitri, dibayarkan zakat fitrah. Ditujukan untuk orang miskin dan membutuhkan, itu adalah semacam hadiah penyucian untuk membersihkan diri dari dosa-dosa seseorang. Ini terdiri dari persembahan makanan dasar seperti gandum, susu, beras, kismis dan kurma.

Persamaan dengan natal

tentang idul fitri ini, warga non muslim german menyimpulkan,,,,,,
"seperti yang Anda lihat, ada beberapa persamaan antara festival Ramadhan dan perayaan Natal kami. Tentu saja latar belakang agamanya berbeda, tetapi bulan puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri berikutnya juga menjadi waktu perenungan dan perenungan. Keluarga Muslim juga berkumpul dan terutama anak-anak diberikan hadiah. Muslim memiliki doa festival di pagi hari, orang Kristen memiliki misa Natal di malam hari. Hidangan meriah yang lezat disajikan selama tiga hari festival. Bukankah kita memiliki lebih banyak kesamaan daripada yang kita pikirkan?
dengan mengingat hal ini, semoga teman dan kolega Muslim anda merayakan 'Idul Fitri' setelah Ramadhan. Itu berarti sesuatu seperti 'Pesta Terberkati'.

Muslim itu sahabat

dari berbagai tradisi tradisi muslim di german dalam merayakan hari besar agama islam, khususnya perayaan idul fitri, tampak di sini bahwa warga warga non muslim german sangat menyambut baik, dan memberi kesempatan bagi muslim di german ini untuk merayakan hari kebesaran islam.
sebagai negara yang bukan mayoritas muslim, itu sangat positif.
apapun tanggapan warga german tentang perayaan idul fitri ini, harus di hargai, dan sebagai muslim harus menebar kebaikan di manapun seorang muslim berada, tak terkecuali german.
mungkin tak banyak orang tau tentang kehidupan komunitas muslim di negara german, sebagian orang di indonesia, mengenal german hanya dari kerjasamanya dengan pengusaha kufiya di palestina, atau jika orang indonesia mengenal german dengan biografi BJ.Habibie

Posting Komentar untuk "German News, Tradisi Lebaran Di Mata Warga German"