Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Masalah Khusus Bak Aerasi Yang Teratasi Dalam Pengolahan Limbah Industri SOLVED!!!


bakteri baik


pembahasan limbah

kita pernah obrolkan cara penanganan sisa sisa produksi yang memang untuk sebagian dari kita masih terkesan rumit, ada juga yang masih abai atau juga ada yang merasa takut, jijik, karena di situ banyak terdapat zat zat berbahaya bagi lingkungan dan pastinya berbahaya pula untuk kelangsungan hidup.
dan untuk seorang operator limbah, tentunya sudah pasti menangani limbah sudah barang tentu menjadi makanan sehari hari yang tercatat di dalam otak atau pun tertuang di dalam diary

namun bagi penggiat urusan perlimbahan ini, sudah tentu, mau tidak mau harus terus belajar dan belajar tentang perlimbahan yang mendalam, karena dalam urusan yang satu ini, tidak ada kata ahli dalam masalah penanganan limbah, karena seorang operator limbah tidak ada yang tau pasti zat zat apa saja yang mendominasi limbah, yang tentunya sangat berpengaruh kepada cara penanganannya.

pemrosesan limbah

dalam pemrosesan limbah cair, yang biasa kita sebut instalasi pengolahan limbah yang kita singkat IPAL atau bahasa internasionalnya waste water treatment plant dan di singkat WWTP, ada beragam bak atau tanki, yang bak atau tanki tersebut mempunyai fungsi yang berbeda beda, dan tentunya penting dalam hal pemrosesan.
di dalam dunia pemrosesan limbah secara bakteri yang sedang di gemari saat ini, ada satu bak atau tanki, yang bisa di katakan sebagai jantung dalam tahap pemrosesan limbah, yaitu bak atau tanki itu dalam dunia pemrosesan limbah secara bakteri, biasa di sebut dengan bak atau tanki aerasi.
di dalam bak atau tanki aerasi ini, biasanya bakteri sebagai penghancur atau penetral zat zat berbahaya untuk lingkungan itu berada, dan sengaja di biakkan di bak atau tanki aerasi ini.

bakteri aerobic

bakteri aerobic yang memang sengaja di tanam serta di biakkan di bak atau tanki aerasi, perlu adanya nutrisi nutrisi yang di butuhkan untuk menjadikan bakteri tersebut menjadi kuat dan juga populasinya menjadi banyak, yang tentunya akan berguna sekali untuk menghancurkan zat zat berbahaya yang terkandung dalam limbah cair yang datang.

komisioning ipal atau wwtp

untuk permasalahan bakteri aerobic di aerasi, biasanya terjadi ketika instalasi pengolahan limbah baru saja di gunakan atau baru saja berjalan.
ketika instalasi pengolahan limbah baru, hal yang paling sering menjadi masalah ialah,tidak tampaknya perkembangan bakteri aerobic, maka dari itu penting kiranya di lakukan uji coba yang di fokuskan di bak atau tanki aerasi, karena bakteri aerobic perlu kecocokan tempat tinggalnya yang baru, yaitu dibak atau tanki aerasi.

dosing pump


cara uji coba aerasi

dengan penuangan bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi secara perdana dan berkesinambungan dan juga dengan pengamatan secara seksama,
jangan di lupakan juga hal penting lainnya, agar bakteri aerobic ''betah'' di tempat tinggalnya yang baru, yaitu dengan memberikan nutrisi yang di butuhkan bakteri aerobic itu sendiri,
nutrisinya pun beragam, tergantung pilihan para operator limbah,,,
ada yang memberikan gula pasir sebagai nutrisi bakteri aerobic,
ada pula yang menggunakan urea dan tsp dalam pemenuhan nutrisi bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi.
tapi patut di perhatikan dalam pemberian nutrisi untuk bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi, apalagi sang operator menggunakan urea, tsp dalam memenuhi nutrisi aerobic. perlu takaran dan pemberian yang tepat. biasanya dalam pemberian nutrisi urea serta tsp di gunakan pompa dosing yang bisa di stel kecepatannya dalam mensuplai nutrisi urea, tsp ke dalam bak aerasi.

PH netral


hati hati perubahan PH

perlu di perhatikan pula kadar PH air di bak atau tanki aerasi. idealnya, kadar PH air di bak aerasi adalah 7, range itu adalah kondisi PH yang sangat optimal dan ideal, untuk di tinggali bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi.

blower aerator

bila kadar PH di aerasi sudah ideal, hal yang penting lainnya, dalam membuat bakteri aerobic betah tinggal di bak atau tanki aerasi ialah, suplai udara di bak atau tanki aerasi.
setting suplai udara di bak atau tanki aerasi sangat penting di lakukan, memang cukup memakan waktu dalam penyetingan suplai udara yang tepat di aerasi, butuh waktu dan pengamatan.
tidak ada rumus dalam penyetingan suplai udara di aerasi, semua di lakukan berdasarkan feeling seorang operator limbah.

semua element terpenuhi

bila semua kebutuhan bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi sudah terpenuhi, jangan di kira tugas seorang operator limbah selesai.
masih butuh pengamatan pengamatan yang patut dan penting untuk di lakukan setiap harinya, untuk memastikan bahwa bakteri aerobic sudah betah di bak atau tanki aerasi sebagai tempat tinggalnya.
dari pengamatan tersebutlah seorang operator limbah akan tau, mana saja settingan setingan yang kurang atau berlebihan.
dan pastinya, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk mengetahui hasil, berhasil atau tidaknya dalam mengembang biakkan bakteri aerobic di bak atau tanki aerasi.
perhatikan juga inlet limbah cair yang masuk ke aerasi, dalam tahap uji coba pengembang biakkan ini, jangan terlalu deras menyuplai limbah cair ke aerasi.

aerobic siap pakai

ada kalanya dalam uji coba pengembang biakkan bakteri aerobic di aerasi terbentur dead line, debit limbah akan melimpah bila tidak ada pengolahan, maka dari itu mesti mencari cara yang bisa lebih cepat dalam ''mengaktifkan'' fungsi aerasi.
kalau sudah mengalami situasi tersebut, maka mau tidak mau, mesti menggunakan cara pengambilan sludge aerobic aktif, cara tersebut membutuhkan kordinasi ke instalasi limbah cair lainnya guna memanfaatkan kelebihan sludge aerobic aktif mereka.
sebagaimana hukum pengolahan limbah cair menggunakan bakteri aerobic,,,,
bila sludge aktif melimbah dan berlebihan, maka sludge aktif aerobic tersebut harus di buang, karena dalam kondisi sludge aktif berlebihan, bisa menimbulkan efek negatif dalam hasil nantinya,,,
dan itu bisa kita manfaatkan untuk memenuhi kekurangan sludge aktif di instalasi pengolahan limbah cair yang masih membutuhkan sludge aktif.

lingkungan lestari


dedikasi tinggi

sebagai manusia yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup, wajib kiranya menjaga lingkungan agar tetap lestari, agar anak cucu kita kelak masih bisa melihat, merasakan dan juga menikmati suasana lingkungan lestari, tidak hanya mendengar cerita dari para orang tuanya.
memang, perlu semua pihak untuk mewujudkan semua itu, bukan hanya operator limbah.
jangan hanya memikirkan keuntungan semata, manusia menjadi lalai dalam menjaga lingkungan sekitar, tak juga demi uang semata para pejabat yang berwenang di negeri ini, melonggarkan peraturan peraturan yang memang di buat untuk kelestarian lingkungan.

udah tak jaman merusak lingkungan.......

Posting Komentar untuk "Masalah Khusus Bak Aerasi Yang Teratasi Dalam Pengolahan Limbah Industri SOLVED!!!"