Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Marhaban Yaa Ramadhan

ramadhan 1443


Tamu agung

sudah di depan mata, bulan yang banyak keberkahan di dalamnya datang menghampiri kita semua, banyak manusia bersuka cita dengan menyambutnya dengan berbagai cara dan tradisi,,
cara setiap orang atau di setiap daerah pun berbeda beda dalam menyambut bulan berkah ini,,,
bayak daerah yang menyambut bulan terkandung lailatul qodar di dalamnya ini dengan ritual mandi, walau pun bukan mandi junub ya sobh..
yaaa,,
sehari sebelum menjalani puasa atau beberapa jam untuk menunaikan sholat tarawih perdana, semua umat muslim di nusantara ini berbondong bondong pergi ke tempat pemandian, tempat pemandiannya pun banyak ragamnya,,,
ada yang pergi secara beramai ramai ke sungai, untuk mandi sebelum masuknya bulan ramadhan,
pergi ke pantai untuk mengerjakan ritual mandi menyambut bulan suci ramadhan,
atau pun, ada pula yang mandi di mata air, dan banyak ragam lainnya..

rowahan

itu pun salah satu juga tradisi untuk menyambut bulan pembakaran ini, yang isinya atau tujuannya ialah, untuk mendoakan anggota anggota keluarga yang sudah meninggal,,,
jadi, pihak keluarga yang mengadakan rowahan ini, mengundang tetangga dan handai tolan untuk kumpul di rumah yang sudah di tetapkan waktunya, berdoa bersama sama sambil, sohibul bait minta di doakan anggota keluarganya yang telah berpulang.

ziarah

mungkin tidak terbatas waktu ya sobh, kita bisa berziarah kapan saja ke makan keluarga yang telah tiada. tapi dalam momentum menyambut bulan yang terbaik dari 11 bulan, yaitu bulan ramdahan ini, biasanya masyarakat nusantara ini melengkapinya dengan jiarah ke makam keluarga, sekaligus membersihkan pusara sang almarhum atau almarhumah, sekaligus membawa bunga bunga khas untuk pemakaman serta air melati. 
dan pastinya pemakaman pemakaman umum yang ada di wilayah wilayah setempat menjadi ramai di datangi para keluarga penziarah, dan itu menjadi berkah para penjual perlengkapan bunga makam, bagaimana tidak, dalam momentum tersebut, mereka kebanjiran pelanggan yang tentu saja berimbas omset mereka yang meningkat drastis.

kalau menyambut bulan penuh hikmah ini saja sudah heboh sana sini, dengan beraneka ragam kegiatan yang di lakukan di tengah tengah masyarakat untuk menyambut bulan ramadhan, tentu saja tidak kalah seru dalam menjalani bulan di mana al qur'an turun ini..


petasan



petasan
untuk anak di jaman sekarang agak agak gimana gitu yaa,,, karena memang, petasan sudah di larang oleh pemerintah,,,
tapi, buat anak anak era tahun 90an, petasan menjadi pelengkap keseruan dalam permainan sehari hari di masa ramadhan.
keseruannya sangat luar biasa yaa sobh, bagi rekan rekan yang mengalami hal ini pasti akan senyum senyum nih.
itu tuh, kalo yang namanya bocah, selang sehabis sholat isya, lalu kan di lanjutkan dengan menunaikan sholat tarawih, nah itu anak anak, sholat tarawihnya paling dua rokaat, setelah itu udah langsung keluar musholla atau masjid, main di tanah lapang, yaaaa sudah,, mainan bakar petasan.
ada juga di daerah daerah, tradisinya bukan petasan, tetapi bambu yang di modif dengan karbit, yang akan menimbulkan suara besar seperti meriam.


arak bedug


bangunin sahur

so pasti sobat sobat sudah pasti tau, yakan?!
kegiatan yang pasti ada di bulan ramadhan, dan di pastikan tidak ada di bulan bulan selain bulan ramadahan,,
dulu di zaman saya kecil itu, kalau bulan puasa jarang di rumah kalo malem, pasti pusat kegiatannya di musholla bareng temen temen,
lebih sering nginep di musholla, setelah tadarus, ya gimana,,,
kalo bulan puasa itu semua tersedia, makanan minuman semua melimpah di musholla, berkat warga sekitar berganti dan terjadwal memberikan makanan untuk kegiatan di musholla, jadi akibatnya, kami lupa pulang,,
masih ada lagi keseruannya,, yaitu bangunin warga sekitar untuk sahur,,
kami arak bedug keliling kampung, sambil bawa besi atau apapun yang dapat mengeluarkan suara, tak jarang kegiatan kami itu mengundang anak anak lainnya untuk bergabung bersama kami, menjadi suasana tambah marak, penuh senda gurau dan keriangan khas anak anak.
memang, kegiatan tersebut sudah agak jarang terlihat, oleh anak anak sekarang, mungkin karena sudah gak jaman lagi, atau pun mereka sudah malas untuk bersama melakukan itu.
di tambah lagi, ada sebuah edaran yang di keluarkan mentri agama untuk membatasi suara,
mudah mudahan hal itu tidak mempengaruhi semangat kita untuk menyambut bulan suci ini.

buka puasa bersama

juga kegiatan yang hanya ada di bulan ramadhan saja, dari sekolah, majelis majelis, bahkan para pekerja biasa sampai pekerja kantoran, pasti menggelar  acara buka bersama ini,
bahkan istilah buka puasa ini menjadi modus para lelaki untuk mendekati wanita incarannya,,,
eeeitttt,,,, para wanita,,
waspadalah,, waspadalah

dodol betawi



kegiatan bikin kue lebaran

menjadi khas kegiatan yang hanya ada pada bulan ramadhan, ibu ibu dahulu sering membuat kue kue lebaran ketika kala bulan puasa sudah menginjak pertengahan bulan,,
kue dan cara pembuatannya pun masih sangat tradisional,sebut saja kue akar kelapa, rengginang, renggining, kue abug, kembang ros, waduk sirat, kue opak (kue duit), gendar, dodol, dan lain lain.
di buat dari pertengahan bulan puasa bukan tanpa alasan ya sobh, ada kue kue yang mesti harus di jemur di atas genting rumah, sebelum nantinya di goreng,
jadi, kalo dahulu, dipertengahan bulan puasa, banyak atap atap rumah penduduk yang di penuhi tampah (sejenis wadah lebar,terbuat dari anyaman kulit bambu)yang birisi kue kue lebaran, seperti opak, gendar dan bunga ros yang di jemur di terik matahari, menjadi pemandangan khas di kampung era 90an, kalau sekarang kegiatan itu sudah musnah sobh, paling tidak di kampung saya,,,
sudah tidak ada lagi pemandangan seperti itu sekarang,,
semua berganti oleh kue kue lebaran cepat saji yang ala ala kebarat baratan seperti nastar, brownis dan lain sebagainya, yang hanya tinggal pesan saja,
di tambah lagi sekarang kita mengalami krisis minyak goreng yang di alami negri ini, yang belum juga ada solusinya.

tidak hanya muslim

yang merasakan kenikmatan berkah di bulan di mana bebas siksa kubur ini,
kalau sobat lihat, para penjual menu buka puasa yang beraneka ragam nama, bentuk dan rasa,, tidak hanya di dominasi kaum muslim, tetapi juga banyak saudara kita non muslim yang mencari peruntungan di bulan suci ini, khusus di bulan suci mereka menjual menu makanan untuk berbuka puasa.

kegiatan sosial

pun banyak di gelar di setiap komunitas, di bulan ramadhan, semua berlomba lomba berbagi pada sesama.
berbagi takjil untuk kaum tidak mampu,,
adalagi saur on the road yang tujuannya berbagi makanan sahur, dan banyak lagi kegiatan yang menambah kehangatan bulan suci ramadhan.

tradisi hilang

memang tidak terelakan terjadi, banyak kebiasaan kebiasaan yang ada di bulan ramadhan yang di jaman ini tidak lagi kita lihat, apalagi beberapa tahun kebelakang kita di sibukkan oleh yang namanya virus corona, yang memaksa kita untuk melakukan vaksinasi yang di wajibkan pihak yang punya otoritas, serta membatasi kegiatan sosial di tengah tengah masyarakat, semua di lakukan untuk mengupayakan menekan penularan virus.

kondisi berangsur

membaik, mudah mudahan bulan ramadhan tahun ini semua normal kembali seperti tahun tahun di mana tidak ada peraturan pembatasan kegiatan sosial masyarakat,
tidak ada lagi sholat berjamaah berjarak, tidak ada lagi jamaah memakai masker di dalam masjid, bisa saling berjabat tangan antar sesama jamaah,
tidak ada lagi kecurigaan antar sesama jamaah menularkan penyakit covid, semua hangat di bawah perlindungan ALLAH yang maha pelindung,
mudah mudahan juga, tidak ada lagi stasiun TV lokal menyiarkan berita covad covid lagi, berganti menyiarkan berita berita yang bermutu, bermanfaat untuk persatuan ummat.

manfaatkan

bulan ramadhan yang datang menghampiri kita dengan sebaik baiknya, tak ada jaminan kita akan bertemu lagi bulan suci di tahun yang akan datang,
mudah mudahan kita bisa menjalani bulan suci dengan nikmat sehat, rezeki melimpah tidak kurang suatu apapun.

mohon maaf

tak lupa saya utarakan kepada para sobat pembaca, pastinya sebagai pribadi tak luput dari saya dengan kesalahan, baik itu kesalahan tak di sengaja maupun di sengaja,
di momen yang baik ini, saya mohon maaf atas segala kesalahan saya di dunia maya dan dunia nyata

Posting Komentar untuk "Marhaban Yaa Ramadhan"