Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadilah Peserta BPJSKes Yang Smart

think smart BPJSKes

Sudahkah anda tau,

pemerintah memperbarui peraturan, tentang pengoptimalan bpjskes ,yang pendek katanya, pemerintah ''memaksa'' seluruh rakyat indonesia untuk menjadi peserta bpjskes.
jadi, kalau sobat merasa hidup di indonesia dan memang warga indonesia,maka wajib ikut serta dalam program kesehatan.
lalu, apa sanksi bagi warga yang tidak atau belum menjadi peserta bpjskes,,,
bagi warga yang belum menjadi peserta bpjskes, maka tidak akan mendapatkan pelayanan yang di selenggarakan pemerintah.
pelayanan apakah itu,,,
yaitu pelayanan berupa, pembayar pajak kendaraan bermotor, dan pelayanan pelayanan publik lain dari pemerintah.
jadi kalau sobat belum menjadi peserta bpjskes, maka sobat akan di suruh menjadi peserta bpjskes dulu, baru bisa di layani.
 

orang miskin gak boleh sakit


Tujuan bpjskes

memang untuk seluruh golongan rakyat indonesia terkait kesehatan, kalau dulu ada selogan ''orang miskin gak boleh sakit'' yang terpampang di poster poster, yaa memang cukup susah mendapat akses kesehatan bagi rakyat yang tak mampu,
maka pada waktu itu, dengan suara yang di bawa oleh buruh, tercetus lah program kesehatan ini, yang kita kenal dengan bpjskes, hingga sekarang.

Awal peluncuran bpjskes

memang banyak masalah yang menyertainya,, karena askes yang di mandatkan oleh pemerintah dalam menjalani program baru ini merasa kewalahan, bagaimana tidak,,,,,,
askes yang tadinya hanya mengurusi kesehatan para pegawai pns, mendadak di tugaskan untuk mengurusi masalah kesehatan seluruh rakyat indonesia.
dan terjadi lonjakan kasus terkait pelayanan kesehatan dari faskes satu sampai faskes lanjutan.
maka munculah forum atau badan hukum yang waktu itu di sebut bpjs watch,
bahkan waktu itu banyak serikat pekerja yang membantu pengawasan dalam mengawasi kinerja bpjskes tersebut,
hal itu sangat maklum, karena sebelum bpjskes, urusan kesehatan buruh indonesia di tangani oleh jamsostek (berganti nama menjadi bpjstk), jadi masih ada rasa ragu dengan bpjskes, dan pastinya ada perbedaan birokrasinya, yang buruh masih awam tentang itu,
juga karena memang ada lonjakan peserta yang tidak di barengi oleh kesiapan bpjskes kala itu.

Usia bpjskes

kini sudah 8 tahun dari tahun peluncurannya 1 januari 2014,,,
dari usia yang sudah 8 tahun, bukan berarti pelayanan bpjskes tidak berubah, semakin tahun mereka semakin membenahi terkait pelayanannya,
banyak kemudahan kemudahan yang di berikan oleh penyelenggara jaminan sosial ini terkait dalam pelayanannya, untuk memudahkan peserta atau pun calon peserta bpjskes.

pengetahuan masyarakat

terkait bpjskes ini saya bisa katakan masih belum merata, apalagi pengetahuan masyarakat di kala menggunakan bpjskes, masalah birokrasi tentunya,
masih banyak masyarakat yang telah menjadi peserta bpjskes belum sepenuhnya tau birokrasi pelayanan bpjskes,
di tambah lagi para oknum yang ada di fasilitas fasilitas kesehatan yang memanfaatkan ketidak tahuan peserta bpjskes, para oknum tersebut sengaja mengambil keuntungan dari ketidak tahuan peserta bpjskes yang hendak berobat.

pelanggaran

yang saya temui di tempat kerja dan di lingkungan sekitar tempat saya tinggal pun masih saja ada, terkait pelayanan peserta bpjskes di fasilitas kesehatan, tapi paling banyak pelanggaran terjadi di faskes lanjutan.
contoh kasus ialah
masalah kamar rawat,
ada saja oknum di rumah sakit yang menyembunyikan informasi terkait kamar rawat,,
yang pernah saya temui ialah, ada rekan yang menjadi peserta kelas satu di bpjskes yang membutuhkan perawatan, yang seharusnya mendapatkan kamar rawat kelas satu, di alihkan ke kamar rawat kelas dua dengan alasan kamar kelas satu penuh,
ketika saya dan rekan rekan telusuri, ternyata masih ada kamar kelas satu yang kosong.

masalah oknum bidan jejaring
yang memungut biaya lebih pada peserta bpjskes yang di alami rekan saya.
kasus di laporkan ke bpjskes, dan selesai.

masalah obat yang di cover,
bahwa oknum rumah sakit mengklaim, bahwa albumin tidak tercover oleh bpjskes, tapi setelah saya dan rekan menanyakan hal itu kepada petugas bpjskes, ternyata albumin adalah salah satu jenis obat yang di cover bpjskes.

masalah dokter kandungan
yang tidak mau menangani pasien peserta bpjskes, yang ingin melahirkan,,
itu di alami oleh istri adik saya sendiri, yang kronologi singkatnya,,,
kondisi pasien mengalami preeklamsia, sudah mengalami pembukaan dua, di suruh pulang oleh dokter tersebut dengan alasan bisa melahirkan di rumah,,,
akhirnya pasien saya bawa ke rumah sakit lain, dan di rumah sakit lain di vonis harus operasi caesar.
kasus di laporkan ke bpjskes, dan selesai

operasi batu empedu
yang hendak di lakukan di sebuah rumah sakit, oknum dokter meminta uang sewa alat sebesar Rp.500.000 kepada peserta bpjskes.
kasus di laporkan ke bpjskes, dan selesai

rapid tes
yang di wajibkan oleh pihak rumah sakit ketika ingin mendapatkan pelayanan, tapi biaya nya di beratkan kepada peserta bpjskes.
kasus di laporkan ke bpjskes, dan selesai

dokter faskes satu yang ogah pegang pasien dengan alasan covid19,
sudah selayaknya jika kita berobat, dokter di faskes paling tidak cek tensi darah dan cek cek lainnya, tapi ini berganti dengan hanya wawancara saja, persis seperti pergi berobat ke paranormal.
kasus di laporkan ke bpjskes, dan selesai.

masih banyak oknum
yang membuat para peserta bpjskes akhirnya memvonis bahwa bpjskes ini jelek, sebabnya sudah di pastikan karena ketidaktahuan mereka terhadap tata cara berobat dengan bpjskes, di tambah lagi oleh para orang orang yang tidak bertanggung jawab di faskes

masalah pendaftaran

pun masih saja ada masyarakat yang bingung, apalagi di zaman covid ini, pihak bpjskes merubah tata cara, dari tata cara pendaftaran sampai tata cara perubahan jenis kepesertaan bpjskes,
masih banyak orang yang menanyakan terkait bagaimana cara mendaftar baru,,,
tak jarang orang meminta tolong untuk di daftarkan menjadi peserta bpjskes,  karena ketidak tahuan mereka dengan sistem pendaftaran yang di terapkan bpjskes.

pandawa

menjadi cara bpjskes untuk melayani para peserta dan calon peserta bpjskes di zaman covid19 ini,,
kita hanya kirim WA ke nomor pandawa di daerah masing masing, dan nantinya akan di layani oleh petugas bpjskes sesuai dengan kebutuhannya masing masing.
saya punya pengalaman unik terkait pandawa ini..
ceritanya,,
tetangga saya menanyakan, bagaimana cara merubah kepesertaan dari PPU ke peserta mandiri, saya menjelaskan bahwa bisa menggunakan nomor WA bpjskes, tidak harus ke kacab bpjskes,,
sudah di jelaskan, tetapi tidak juga mengerti, akhirnya saya daftarkan, setelah itu petugas menanyakan hubungan saya ke orang yang saya bantu,,,
saya jawab hubungannya tetangga saja,,,
alhasil nomor saya di blokir bpjskes,,,
mungkin petugas bpjskes, menganggap saya calo kali yaa,,,
hehehe.....

aplikasi JKN

menjadi aplikasi yang sangat berguna yang di luncurkan bpjskes untuk masyarakat, dari aplikasi jkn tersebut, kita bisa mendaftar kepesertaan baru, merubah jenis kepesertaan, merubah kelas rawat, pindah faskes satu, sampai dengan melapor bila ada hal hal yang janggal di saat kita menggunakan bpjskes........
dulu sebelum ada aplikasi tersebut, agak susah melapor bila ada kejadian kejadian yang kita anggap melanggar ketentuan bpjskes,,
kita mesti berkordinasi ke petugas bpjskes yang ada di tiap faskes lanjutan, hingga kita di minta kronologis kejadian yang di kirim via email.

masyarakat bandel

masih ada di tengah tengah kita, bandel bagaimana,,,,
iya,,,,,,  bandel, oknum masyarakat ini hanya membayar iur bpjskes hanya kalau sedang butuh saja, kalau sudah tidak butuh lagi atau sakit yang di deritanya sembuh, maka oknum masyarakat ini enggan membayar iur bpjskes, sehingga tagihan membengkak, yang pada akhirnya akan menyusahkan mereka juga...

masyarakat tak terjaring pemerintah

maksudnya, masyarakat yang tidak mampu karena berbagai macam hal, korban phk atau juga masyarakat yang terkena musibah, yang tadinya menjadi peserta mandiri yang iur sendiri, tapi karena benar benar keadaan yang susah mereka tak mampu membayar iur bpjskes tiap bulannya, sehingga tunggakkan pun menumpuk...

tingkatkan pengetahuan

itu harga mutlak yang harus kita jalani sebagai masyarakat,
karena dari uraian di atas, atau hal hal yang pernah saya temui terkait pelayanan bpjskes,,,
masih banyak oknum oknum yang tidak bertanggung jawab yang masih bercokol di faskes faskes,
maka dari itu, meningkatkan pengetahuan tentang hal bpjskes adalah harga mati kalau tidak ingin di bohongi.
bila ada hal hal yang menurut kita ganjil, jangan sungkan menanyakan itu kepada petugas bpjskes melalui aplikasi JKN, di pastikan itu akan di respont oleh petugas bpjskes.
atau bila kita menjumpai kejadian kejadian yang kurang,
semisal,,,
kita berobat di faskes satu, dokter umum yang di faskes satu tidak memberikan pelayanan yang tidak lengkap, sebagai contoh, tensi kita tak di cek, dan hal lainnya yang lumrah di lakukan seorang dokter pada pasiennya ketika berobat,
segera di ingatkan, untuk melakukan pemeriksaan tersebut,,,
jangan diam saja,,,
mungkin dokter lupa,,, kan dokter juga manusia....
pokoknya,, jalin komunikasi yang baik...

Posting Komentar untuk "Jadilah Peserta BPJSKes Yang Smart"