Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Pengolahan Limbah Yang Paling Banyak Di Pakai

lingkungan tidak tercemar


Pengelolaan limbah

Lingkungan yang asri sangat di dambakan di zaman sekarang,apalagi jika kita hidup di kota kota besar,,
banyak orang zaman sekarang berlomba lomba untuk menjadikan lingkungan sekitarnya asri,sejuk,
yaa,,, paling tidak, enak di liat lah, walau pun untuk mendapatkan rumah yang lingkungannya masih asri tidak lah murah.

Penanganan limbah

Di zaman serba modern ini,yang di mana industri maju pesat, populasi manusia meningkat,,,
lahan untuk ruang sejuk,yang mestinya di tanami pepohonan nyaris habis di libas pembangunan pemukiman baru, pabrik pabrik serta gedung gedung tinggi,
di tambah lagi kepedulian masyarakat kita terhadap lingkungan masih amat kurang sekali.
contoh satu saja adalah sungai, dulu antara bekasi dan daerah jakarta sungainya jernih,banyak ikannya,dasar sungai pun pasir,kita bisa mandi di sungai sepuasnya, tanpa khawatir terkena penyakit,,,
coba sekarang kita mandi di kali di wilayah wilayah dekat kawasan perindustrian atau kawasan padat penduduk,,
pasti paling tidak kulit kita gatal gatal.

tujuan pengolahan limbah

Mungkin itu sebabnya pemerintah menerapakan peraturan harus ada pengolahan limbah di gedung gedung,apalagi sebuah pabrik,yang pastinya akan mengeluarkan limbah sisa produksi.
dan kali ini kita akan membahas sistem pengolahan limbah cair yang paling banyak di pakai di perkantoran, apartement,mall mall,rumah sakit, sampai dengan pabrik yang berskala industri besar,
yaitu cara pengolahan limbah cair dengan memanfaatkan bakteri.

instalasi ipal, ipal rumah sakit

Instalasi pengolahan limbah yang di terapkan di apartement,mall mall, serta rumah sakit nyaris sama, tapi untuk penerapan di rumah sakit lebih sedikit berbeda,karena ada limbah medisnya di situ,,
apalagi pengolahan limbah yang di terapkan di pabrik pabrik,,,
tapi untuk pengolahan limbah pabrik berskala besar mungkin kita akan bahas nanti, di artikel selanjutnya.

Makna komponen limbah serta fungsinya

sekarang kita fokus ke pengolahan limbah cair yang di terapkan di apartement,mall, dan rumah sakit,
tapi untuk lebih detailnya kita ambil contoh pengolahan limbah rumah sakit.
yang membedakan pengolahan limbah antara rumah sakit dan apartement serta kawan kawannya,mungkin netralizing,,,
yaitu sebagai tempat awal pengolahan limbah medis,menitik beratkan pada PH air,,
apa sih itu PH (Potential Hydrogen),
simplenya adalah tingkat keasaman air,, ada 3 indikator dari PH itu, yaitu asam(antara 5 s/d 1), netral(antara 6 s/d 8) dan basa (antara 9 s/d 14)
nah di bawah ini contoh alat untuk mengukur PH air
indikator ph air

Biasanya ada 3, tempat penampungan limbah cair di rumah sakit,,,
dari limbah medis, yang sedikit kita bahas tadi..
dari limbah toilet,washtafel dan dari penggunaan air sehari hari lainnya..
serta dari limbah kitchen atau dapur,,
semua itu terkumpul masing masing ke sumpit (sampit).
 
Apa itu sampit,,
sampit adalah tempat penampungan air limbah sebelum masuk ke proses awal pengolahan limbah.
 
Untuk sampit kitchen yang perlu kita waspadai adalah lemak,yaitu sisa sisa minyak goreng,,
jangan sampai sisa sisa minyak goreng menyusup masuk ke bak proses pengolahan,
harus di bersihkan secara berkala..
grease trap

 Limbah yang sudah berada di sampit sampit,
akan di pompa ke bak equalizing atau ekualisasi, bak equalizing ini adalah proses awal pengolahan limbah.
Limbah yang sudah masuk Di equalizing akan di homogenkan oleh aerator,
aerator adalah udara yang di hembuskan di dasar equalizing agar PH air dan zat zat lainnya akan tercampur secara homogen.

campuran homogen adalah limbah yang di aduk merata

Setelah homogen di bak equalizing, limbah akan di salurkan ke bak aerasi,
apa itu aerasi,, aerasi adalah tempat utama untuk mengolah limbah mengunakan bakteri aerob,
di bak aerasi itu terdapat juga aerator, sama seperti di bak equalizing.tapi beda fungsi,,
jika di equalizing untuk menghomogenkan air limbah,sedangkan di aerasi untuk menyuplai udara agar bakteri aerob tidak kekurangan udara,karena bakteri aerob butuh udara untuk mengurai limbah.
apa saja yang ada di aerasi:,,
bakteri aerob yang kita tambahkan secara berkala,
Urea sebagai makanan atau nutrisi untuk bakteri
TSP juga untuk nutrisi bakteri,
bisa juga gula,
dan blower sebagai penyuplai udara
 
bak aerasi

Lalu, apa indikatornya kalo di bak aerasi itu ada bakteri aerobnya,
kan bakteri,tidak bisa di lihat mata,,
bagaimana kita tau kalau limbah yang terkandung zat zat berbahaya bagi lingkungan yang masuk ke aerasi di berantas oleh bakteri aerob sebagai bakteri baik.
 
 
sludge aktif volume

caranya ialah,
dari segi warna air di aerasi,bagusnya warna air di aerasi adalah coklat keemasan.
juga kita bisa liat sludge aktif volumenya,
dengan cara siapkan tabung ukur 1000 Ml, ambil air dari aerasi,biarkan kurang lebih 15 menit mengendap,,
jika tampak seperti gambar di atas,bisa di pastikan ada aerob di bak aerasi.
 
 

mesin blower

oh iya sahabat bias,,,
hampir lupa,, gambar di atas adalah blower sebagai sumber penyuplai udara,di bak aerasi,juga bak equalizing,
blower lah yang bertanggung jawab terkait masalah udara di pengolahan limbah secara bakteri.
jika ada blower atau alat sejenisnya di tempat kerja sobat, bisa di pastikan gedung tempat kerja kamu pengolahan limbahnya menggunakan bakteri aerob.

Setelah melewati bak aerasi limbah menuju bak sedimentasi,
sebagai tempat pengendapan,kalau kalau ada sludge aktif ikut ke sedimentasi,,
bak sedimentasi lah tugasnya,,
biasanya bak sedimentasi berbentuk kerucut,bentuk seperti itulah yang memudahkan sludge aktif yang ikut ke sedimentasi terkumpul.

ilustrasi sedimentasi tank

Setelah di endapkan di bak sedimentasi,
limbah yang sudah melewati proses akan over flow ke bak klorinasi,,
jadi sludge aktifnya ke dasar sedimentasi yang akan di salurkan kembali ke aerasi,
airnya akan menuju ke bak klorinasi dengan cara over flow..

chemical untuk efluent


di bak klorinasi,,
limbah cair yang sudah melalui proses akan di disinfektan kan dengan chemical, yaitu kaporite,,
agar zat zat yang merugikan bagi lingkungan hidup yang masih ada akan di musnahkan dengan chemical ini..
 
karbon dan sand filter

 setelah melalui clorination limbah cair yang sudah terproses akan di filter dengan sand dan karbon,
dan selanjutnya akan di lepas ke saluran kota,,
juga bisa di manfaatkan sebagai penyiram taman.

Pemanfaatan jenis bakteri baik

Demikian penjelasan pengolahan limbah cair dengan memanfaatkan kuman baik atau bakteri baik,
penjelasan ini mungkin tidak detail, tapi setidaknya kita sudah mempunyai gambaran tentang pengolahan limbah di tempat kerja kita masing masing.
dan di harapkan, agar kita lebih pro aktif lagi untuk menjaga lingkungan sekitar kita masing masing,
agar tetap lestari.
dengan demikian harapan anak cucu kita bisa merasakan indahnya dunia ini akan lebih besar.
dan tentunya bencana alam karena rusaknya alam bisa kita hindari.
bila kamu mau tau kendala apa saja yang ada dalam menangani limbah, kamu bisa klik di sini.

Itulah salah satu cara menjaga kebersihan lingkungan sekitar,
selamat menjaga lingkungan.




2 komentar untuk "Sistem Pengolahan Limbah Yang Paling Banyak Di Pakai"