Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Peserta BPJSKes Bayar Tes Covid19 Di Faskes Lanjutan Rumah sakit


logo bpjskes


Bpjs kesehatan

Badan penyelenggara jaminan sosial  kesehatan yang juga di kenal dengan bpjskes, adalah suatu badan yang menitik beratkan pada masalah kesehatan rakyat indonesia. Ingat yaa, bukan bpjstk
mulai lounching dari 1 januari 2014 badan yang dulunya askes bertransformasi menjadi bpjskes.
Ada 3 jenis peserta dalam bpjskes ini,
yaitu:
- peserta PPBU (Peserta Pekerja Penerima Upah)
- peserta PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah)
- peserta PBI (Peserta Bantuan Iuran)

Dan ada 3 kelas kepesertaan dalam bpjskes,yaitu:
- kelas 1
- kelas 2
- dan kelas 3
yang membedakan antara ke tiga kelas itu terkait layanan adalah kamar rawat yang akan di terima jika peserta bpjskes di haruskan rawat inap, selebihnya sama semua.
dan yang membedakan lagi antara ke tiga kelas itu ialah iuran perbulannya,,
terkecuali peserta PBI yang iurannya di tanggung ABPN atau APBD daerah peserta masing masing,
bpjskes mewajibkan pesertanya untuk mengikuti prosedur jika ingin keluhannya tercover oleh bpjskes...
 
 


Faskes

Kurang lebih 1 tahun yang lalu saya antar ibu saya ke faskes 1 karena beliau mengeluhkan pandangan matanya buram, apalagi mata yang sebelah kiri sudah tidak mengenali wajah orang yang di pandangnya.
saya pun antar beliau ke faskes 1 yang telah saya pilih sebelumnya ketika pertama mendaftarkan menjadi peserta mandiri.
setelah menunjukkan kartu bpjskes kami di suruh menunggu untuk mendapatkan giliran untuk mendapatkan pelayanan dari dokter di faskes 1 itu.
tak lama menunggu kami di persilahkan masuk ke ruang praktek dokter, dokter pun memeriksa mata ibu saya dengan seksama,,
setelah selesai di periksa, dokter faskes 1 pun mengatakan,,
mata ibu harus di cek lebih lanjut ke dokter spesialis mata, dan dokter pun memberikan surat rujukan untuk di gunakan di faskes lanjutan yaitu rumah sakit.

Dokumen persyaratan

Esoknya, kami menuju rumah sakit berbekal surat rujukan dan fhotocopy surat surat yang saya anggap perlu untuk pendaftaran di rumah sakit tujuan,
selesai mendaftar dan antri kami pun menuju ke ruangan dokter mata, dan harus antri lagi karena memang sudah ada pasien untuk di tangani oleh dokter mata tersebut.
Tiba giliran kami,
ibu saya pun di tangani oleh dokter mata tersebut,
usai di periksa, dokter itu pun mengatakan mata ibu saya mengalami katarak dan harus jalani operasi,
tapi sebelum operasi harus periksa paru parunya ke dokter spesialis paru serta periksa penyakit dalam untuk di cek jantung dan kadar gula darahnya.
dan memang ibu saya pengidap diabetes.

dokter penyakit dalam

Memang di bagian spesialis penyakit dalam yang lama,karena harus menstabilkan gula darah serta tekanan darah atau tensi darahnya.
kurang lebih enam bulan ibu saya menjalani untuk menstabilkan gula dan tensinya..
 
akhirnya kabar baik pun datang,
dokter spesialis penyakit dalam memberi rokomendasi bahwa ibu saya sudah bisa di operasi matanya karena gula dan tensi ibu saya sudah normal,,
lusanya saya ke dokter mata dan memberikan surat rekomendasi dari dua dokter spesialis tersebut,
dokter mata pun menjadwalkan operasi katarak yang akan dilakukan tiga hari ke depan.

Konsultasi dokter mata

sebelum meninggalkan ruangan dokter spesialis mata, perawat asisten dokter mata tersebut memberitahukan bahwa,
sebelum di lakukan operasi katarak ibu saya di wajibkan untuk menjalani tes covid19 yaitu rapid tes,yang katanya tes itu tidak di tanggung bpjs kesehatan..
kami tanya kepada perawat tersebut,,
kapan tes rapid nya suster,,
lebih cepat lebih baik,jawab suster,,
berapa biaya nya suster, kurang lebih 100k sampai 150k.
Selanjutnya kami di arahkan untuk ke pendaftaran rapid,setelah itu di bagian pendaftaran kami di arahkan ke kasir untuk pembayaran,,
tertera 150k biaya yang harus di bayarkan untuk tes rapid di rumah sakit.
selesai membayar di kasir,kami di arahkan ke bagian laboratorium dengan bekal secarik kertas tanda lunas dari kasir,
ibu pun di ambil sample cairannya,dan menunggu untuk mengetahui hasil.
Tak lama hasil pun keluar,dengan hasil ibu saya negatif covid19,,
surat hasil lab itu saya serahkan ke suster asisten dokter mata itu..

Operasi mata pun akhirnya di laksanakan,
dengan lancar tanpa ada kendala yang berarti. Selesai operasi katarak,oleh dokter mata di kasih resep untuk obat dan pantangan pantangan yang harus di hindari oleh ibu saya pasca operasi.
mata kiri ibu saya pun bisa melihat lagi,mesti memang tidak sepenuhnya, memang juga karena faktor usia...

Tapi,,,,,,,,,,,,
yang mengganggu pikiran saya,,
kenapa kok ada pungutan biaya lain yang di bebankan peserta oleh pihak rumah sakit,
padahal jelas jelas di dinding rumah sakit tersebut ada poster bertuliskan,,,
di larang memungut biaya kepada peserta bpjskes,,
tapi kenyataannya kok beda.

Akhirnya,,
saya bertanya di akun media sosial bpjskes yaitu twitter di BPJS Kesehatan RI,
di akun twitter BPJS Kesehatan RI saya tidak mendapatkan jawaban yang bagus,,
saya tanya masalah apa,,,
dijawab nya apa, alias bikin bingung.


chat twitter

 

Saya pun beralih ke aplikasi JKN,saya ingat di aplikasi jkn ada menu pengaduan dan informasi.
saya pun menginfokan kejadian yang saya alami di atas dalam bentuk kronologis singkat.


fitur aplikasi jkn


Alhasil,,
laporan saya di tindak lanjuti oleh pihak bpjskes,
kurang lebih dua hari laporan saya di tanggapi via aplikasi JKN, dan benar saja,,,
biaya tambahan untuk peserta bpjskes sama sekali tidak di benarkan sepanjang peserta mengikuti prosedur atau tata cara pengobatan yang di terapkan oleh bpjskes.
tindakan lanjutan,petugas bpjskes mengkonfirmasi ke Rs terkait laporan yang saya infokan,,
pihak Rs pun menghubungi saya via telpon untuk kesediaan saya datang ke Rs,dengan membawa kwitansi pembayaran rapid tes.
Esoknya saya datang, di hampiri petugas Rs lalu di arahkan ke bagian kasir,
dan untuk selanjutnya biaya untuk rapid tes di kembalikan kepada saya,utuh.
kwitansi pun saya serahkan ke petugas kasir Rs tersebut.
Sesaat setelah itu, saya bertemu dengan seorang ibu yang saya tau,beliau saat operasi katarak berbarengan dengan ibu saya.
bincang tentang pasca operasi yang di jalani,dan saya menanyakan pada ibu tersebut prihal rapid pra operasi..
ibu kemarin sebelum operasi tes covid19 bayar atau tidak?,, tanya saya
bayar,,, sahut ibu
ibu memang berobatnya tidak pakai bpjskes,,, lanjut saya
saya pakai bpjskes mas dari kantor,, tegas ibu
saya cuma bisa bilang,,, ohhhhhh
dan pamit pulang

Untuk menjadi peserta bpjskes,,
kita mesti banyak tau tata cara pengobatan yang di terapkan oleh bpjskes, agar kita tidak di sesatkan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.
Idealnya, sebagai peserta bpjskes mesti tau nomor pengaduan atau informasi petugas yang bisa kita hubungi di saat kita membutuhkan informasi terkait bpjskes.
jangan sungkan bertanya kepada petugas bpjskes yang di tempatkan di faskes lanjutan tempat kita berobat.
awal bpjskes dilaunchingkan,memang ada yang namanya bpjskes watch,untuk mengawasi alur alur peserta bpjskes di faskes lanjutan,,
sekarang,saya tidak tau masih ada atau sudah tidak eksis lagi.

Di sini,,
saya hanya berbagi pengalaman terkait pengobatan menggunakan bpjskes,
agar sobat sobat bias lebih perhatian, paling tidak yang kami alami tdak sampai terjadi kepada sobat dan keluarga dekat sobat.
dan untuk management Rs Rs di indonesia yang terkait,,
mohon bantu kami sebagai masyarakat indonesia khususnya peserta bpjskes. untuk di penuhi haknya secara baik dan benar,,,
jangan jadikan kami peserta bpjskes,apalagi yang kurang pengetahuannya tentang tata cara peraturan bpjskes, menjadi target penghasil uang tambahan oknum nakal pegawai anda.

Karena rakyat indonesia sudah banyak beban




1 komentar untuk "Peserta BPJSKes Bayar Tes Covid19 Di Faskes Lanjutan Rumah sakit"